![]() |
| Sumber: Google |
Duka mendalam masi dirasakan banyak pihak terkait meninggalnya Kepala Pusat Data dan Informasi Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau Pusdatin BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, pada Minggu, 7 April 2019.
Diketahui Sutopo meninggal karena kanker paru yang dideritanya. Sejak awal masyarakat dibuat terkejut dengan vonis kanker yang diterima oleh Sutopo Purwo Nugroho. Pasalnya Sutopo adalah seorang yang sangat memeperhatikan kesehatanya. Dirinya juga tidak merokok dan selalu hidup dengan gaya yang sehat.
Vonis kanker yang diterimanya membuat banyak orang bertanya, bagaimana seorang yang menjaga kesehtannya dengan sebitu baik dapat terserang kanker paru. Untuk menjawab pertanyaan tersebut dr. Danche Theno, Sp.P, akan menjelaskannya untuk Anda.
"Setiap pertumbuhan jaringan yang berlebihan yang tidak seimbang, itu bisa menyebabkan cancer. Itu prinsip dasar dari kanker apapun. Karena pertumbuhan sel yang upnormal itu, yang berlebihan, terjadinya upnormalitas tersebut maka timbul cancer," ucapnya kepada AkuratHealth, secara eksklusif di Rumah Sakit Siloam, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin, (9/7).
Memang penyebab utama kanker paru adalah efek dari seorang perokok, namu bukan tidak mungkin ada faktor lainya yang megakibatkan hal tersebut bisa terjadi kepada sorenag yang tidak merokok. Faktor lain yang d maksud seperti faktor genetik, zat-zat karsinogenik yang berada di sekitar lingkungan. Hal ini juga dapat diindikasikan sebagai penyebab pertumbuhan sel kanker.
"Kalau kanker penyebab pastinya memang belum diketahui, tapi indikasinya ada. Bukan hanya perokok, tidak merokok juga dia bisa kena Kanker Paru seperti bapak Sutopo, seperti ibu BJ Habibie, mantan Menkes kita dulu. Tidak merokok, tapi beliau seorang (yang sering di) laboratorium, yang setiap hari terpapar dengan bahan-bahan kimia. Karena kasinogenik berperan juga dalam membentuk kanker," jelasnya.
"Makanan pemicu kanker, kalau dilihat dari segi makanan itu seperti yang banyak bahan pengawetnya, makanan olahan, pewarna, gorengan pakai plastik, Junk Food, dan sebagainya. Itu masuk dalam katagori karsinogenik yang diduga juga sebagai pemicu dari pertumbuhan sel kanker. Kalau Rokok jadi penyebab utama, karena didalam Asap Rokok terdapat empat ribu zat berbahaya. Betapa banyaknya kasinogenik yang berada di Asap Rokok," tutupnya.
Jadi sudah paham bukan mengapa pria yang dikenal sebagai pahlawan kemanusian tersebut menghidap kanker walaupun tidak merokok.
Mulai sekarang jagalah kesehatan lebih baik lagi ya.
Sumber: Akurat.co

No comments:
Post a Comment