![]() |
| Sumber: Google |
Ipang Wahid Wakil Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Ma'ruf Amin angkat suara tetkait tuduhan kasus tabloid 'Indonesia Barokah' yang di tunjukan kepada dirinya. Ipang di diduga sebagai orang yang berada dibalik tabloid yang banyak beredera di beberapa wilayah.
"Beberapa hari terakhir ini banyak banget orang bertanya bahkan (mungkin) menuduh saya dengan semua kehebohan terkait tabloid Indonesia Barokah," tulis @ipangwahid melalui Instagram.
"Indonesia Barokah adalah gerakan yang bersifat terbuka; siapapun boleh dan atau bisa ikut berkontribusi. Berkontribusi apa? Sebagaimana namanya "Indonesia Barokah"; berkontribusi untuk mendatangkan kebaikan bagi Indonesia," kata Ipang Wahid.
Ipang juga menjelaskan bahwa tabloid 'Indonesia Baroka' bukan lah sebuah organisasi atau sebuah badan usaha. "Itu lebih seperti kumpulan pemikiran dari banyak orang. Satu di antara dasarnya adalah KEGELISAHAN TERHADAP MARAKNYA FITNAH DAN HOAX yang—alih-alih mendatangkan kebaikan bagi Indonesia—tapi justru dapat memeceah belah bangsa. Karena terbuka, maka ada begitu banyak orang-orang baik sepemikiran, yang ingin ikut berkontribusi dalam membuat karya konten kreatif," ujarnya.
Ipang Wahid juga menegaskan dirinya sama sekali tidak terlibat dengan tabloid 'Indonesia Barokah'. Ia juga menegaskan bukan pembuat dari tabloid itu.
"Lantas, apa hubungan ipang wahid dengan tabloid Indonesia Barokah? Sama sekali tidak ada. Terkait tabloid Indonesia Barokah, Demi Allah saya tegaskan: Bahwa saya bukan pembuat tabloid Indonesia Barokah, saya juga tidak terlibat dalam bentuk apapun atas tabloid tersebut." ujarnya.
Tudingan kepada Ipang Wahid sebagai dalang di balik beredarnya Tabloid Indoensia Barokah disampaikan Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandiaga, Andre Rosiade. Andre Rosiade mengaku menemukan jejak digital Ipang Wahid yang pernah mengirim beberapa video di situs indonesiabarokah.com dengan konten yang berisi logo serupa Tabloid Indonesia Barokah.
Diketahui, Tabloid Indonesia Barokah dilaporkan beredar di pesantren dan pengurus masjid di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Di Jawa Barat, tabloid itu ditemukan di 20 kabupaten dan kota. Peredaran surat kabar ini ditangani oleh Bawaslu di provinsi-provinsi itu.
Tabloid Indonesia Barokah yang tersebar merupakan edisi pertama dengan tajuk “Reuni 212: Kepentingan Umat atau Kepentingan Politik?”. Halaman depan surat kabar yang tayang pada Desember 2018 itu menampilkan karikatur orang memakai sorban dan memainkan dua wayang.
Tabloid 16 halaman ini menulis tentang tokoh Islam yang menjadi Pahlawan Nasional di era Presiden Jokowi. Pada halaman liputan khusus ada laporan utama "Membohongi Publik untuk Kemenangan Politik". Halaman lain mengulas hoax mengganggu stabilitas dan keamanan.
Sumber: Akurat.co

No comments:
Post a Comment